Monday, November 26, 2007

Kreasi Perselingkuhan (Saya)

Saya tidak menyangka, bahwa saya akan mampu berselingkuh.

Suatu malam, di malam itu... sudah larut ... hening ... lelap dalam dekapan malam ...
Saya merasa bahagia, ketika seseorang itu, lelaki berwajah sangat tampan, berbincang dengan saya. Mesra. Dan saya merasa nyaman. Ada perasaan luar biasa.

Senyum. Dia tersenyum sambil mengucapkan kata yang menggetarkan hati "Sayang..." (sepertinya saya pernah mendengar kata dengan nada seperti itu...?). Lelaki itu tersenyum lagi dan mengucapkan kata demi kata lagi (dan sungguh, saya lupa dia ngomong apa ya..? Tampan. Dan dia masih sangat tampan. Dia bukan orang pribumi, walau berbahasa Indonesia juga. Dia lelaki bule. Ya, saya yakin itu. Rambut pirangnya, mata coklat terang ... dan kulit khas bule ... Tampan sekali. Teduh, dan menyamankan. Juga membahagiakan.

Di awal Subuh, saya terjaga. Dan segera menyadari, bahwa baru saja saya bermimpi. Saya pun segera menyadari pula, 'lelaki indah' dalam mimpi tadi, bukanlah sang pangeran (My Prince, My Beloved Husband ---satu-satunya pangeran saya---).

"Abang...saya berselingkuh". Disambutnya dengan senyum. Saya resah.

Di ujung sore, pangeran saya datang menghampiri dan dengan tatapan teduhnya, mengajak saya bicara. Nada yang menenangkan, menyenangkan, juga menyamankan. Persis seperti dalam mimpi saya semalam. Mesra. Dan dia membawa kabar.

--- Saya mendapat 'hadiah' dari seorang lelaki berkebangsaan Perancis!! Pemberian yang akan sangat berarti untuk hidup saya (semoga Allah melapangkan urusan-nya). Sangat-sangat berarti ---

Kabar gembira, untuk saya, suami, dan tentu, anak-anak akan merasakannya pula. Sesuatu yang sangat berarti. Hadiah yang 'besar' dan sangat berarti. Sekali lagi : sangat berarti.

Ada tangis haru dalam biru hati saya. Ada kecerahan di wajah pangeran saya. Secerah senyum Alif dan Afra para buah hati penghias surga.

'Perselingkuhan' saya, senyatanya, adalah ukiran kreasi dari ungkapan suami, dan datangnya 'hadiah yang berarti' dari seseorang nun jauh di sana, di negeri kiblat mode dunia.

Thanks Lot Mr. Delomenie.. (hanya Allah yang bisa Membalasnya). Alhamdulillah, atas segala karunia ini.

--- Saat itu akan tiba. Dan perjuangan baru akan dimulai kembali ---

(kejadian di awal november)

No comments: