Showing posts with label Ladang Info. Show all posts
Showing posts with label Ladang Info. Show all posts

Friday, January 22, 2010

My Stylish Corby's Review..

That's my review about My Corby...

Di awal peluncuran hape qwerty ini, saya langsung jatuh hati. Dasarnya ga pernah nonton tipi atau liat iklan koran/majalah, saya menemukan corby di Mal Taman Anggrek melalui flyer-nya. Wiihhh... gue banget dah ni hape.

"Must have item nih Yah.." said to my husband.
"Hape kamu kurang apa sih.." he answered with 'smiley'.

Iya sih... kalo cuma soal per-hape-an, Nokia Express Music 5800 (hasil kerja proyek) saya juga masih jauuuuhh lebih keren ketimbang ni Corby. Warnanya black n red, memory 8GB, touch screen.. pokoknya sdh cukup keren lah buat ukuran saya. Tapi, mengingat saya butuh 1 handphone lagi untuk proyek kerja yg lain, dalam hati saya berjanji : this corby, as soon as possible, i'll get it!

Alahmdulillah... tak lama kemunculannya, saya bisa membeli Samsung Corby TXT dari sisa-sisa uang keringat.. (bau tau uangnya)
seharga Rp.1.485.000 . hehe..

Cara belinya yg ga keren : di Plaza Kalibata, jelang maghrib, pas beli pastel goreng seharga Rp.4000,-. Iseng bertanya pada counter hape di depan Giant "Mas, punya Corby ga?"

At least, puasss make corby ini. Dengan harga banderol segitu, kualifikasinya cukup okeh.

What Color is your life? And i chose this ones : Black and white (habis yg ready cuma white and yellow sih) two white and one black alias dapet 3 chasing, yaitu 2 putih -yang satunya ada buble2nya, dan wana hitamnya satu.

Corby stylish banget.. enteng, genggamannya enak...sletheph!
Buat fast message, buat FB-an, buat nggaya..hehehe.. okeh! Lumayan buat second hape, apalagi 3rd mobile phone.. (tapi ga usah banyak2 lah, ngapain juga punya hape banyak2, susah ngasih makannya).

Tapi pastikan ini sebelum Anda pilih corby :
1. perempuan. cos i think corby is a girls/women style. cowok ga macho banget deh megang ini.
2. berjari lentik. walau qwerty, namun tuts keypads nya mungil2.. jadi yang berjari chubby, ribet juga ngetik pake corby.
3. ga usah pota-poto banyak2 (walau kualitas kamera 2.0MP-nya cukup okeh. soalna ga ada kabel data. susye mau unggah poto -walau ada bluetooth)
4. jangan buat nyimpen film. hehehe (coz free memory-nya cuma 1GB microSD)

My Corby is My Color!



Saturday, January 16, 2010

Internet oh internet ...

Sudah lama tak menyapa SL-ku..

Ceritanya, saya resmi meluncurkan akun FB. Ya ampyunn telat banget yak?
Sebenernya akun FB saya sudah lama terdaftar ke server. Tapi memang bukan buat diapa-apain, selain untuk kepentingan 'pekerjaan' semata. Setelah tidak lagi mengurusi kerjaan terkait dengan si FB, ya tamatlah ke-eksisan si FB itu. Udah ga ada friend-nya, ga ada penggemarnya.. haha..

Yah, tapi apa mau dikata...

Tampaknya Era FB emang sedang masanya. Kegigihan saya untuk tak punya akun FB, akhirnya kandas juga. Bagaimana tidak? kalau cuma dianggap gaptek karna ga punya akun FB 'hare gene', oke lah.. soalnya bukan masalah gaptek ga gaptek. Karna walo ga punya kun FB, temen-temen yang ber-FB ria suka konsul about FB ke saya. Cuma kalo soal gapfor alias gagap informasi, nah ini baru.. bener. Masalahnya saya yang tak berlangganan koran, tak suka nonton tipi, males buka HP (HP nya sileeeennt melulu), walhasil jadi orang dari dunia antah berantah. Apalagi di masa kini, orag mengupdate info, berbagi kabar, pasang pengumuman, sampai mengirim undangan menggunakan FB!

Internet memang tengah menjadi rajanya sosialita dunia. Jarak bisa dipersempit, waktu bisa dipersingkat, biaya bisa dihemat, bahkan kemalasan pun diakomodir (nah lho?). Dengan internet, apa yang enggak coba?!

Dulu di masa 90-an, ketika handphone mulai memasuki era komunikasi manusia, secara signifikan penggunaan telepon seluler ini langsung pesat. Makin nambah tahun, pengguna telepon genggam makin jamak. Yang dulunya cuma dipake oleh direktur, bos proyek, atau menthok di anak konglomerat, pada selanjutnya, bahkan semua golongan ekonomi dan pekerjaan 'wajib' kudu punya HP. Mbok jamu, tukang pijat keliling, tukang mie ayam gerobak, sampai loper koran, semua tampak butuh HP untuk menerima pesanan. "Terima pesanan melalui sms : 08********" Giliran ada calon customer ga punya HP, cuma geleng-geleng kepala.

Tiap ada orang baru berkenalan, yang langsung ditanyakan adalah : "no hp-nya berapa, mas?" Era Hp kemudian disusul era email. Jadi setelah bertanya no HP, pertanyaan berikutnya adalah : "alamat email apa, mbak?". Nah sekarang, "FB nya, bu?" merupakan pertanyaan kedua dari urutan pertanyaan orang yang baru saling kenal dan bertukar informasi kontak pribadi. Urutan pertama masih : no hp. Padahal dulu, selain nama dan nomor telepon, orang akan menanyakan alamat rumah. Lha kalo sekarang? Hwaduh.. kebanyang deh.. kalaupun tahu alamat rumahnya, apa iya mau maen?! Jauh kali.. macet.. ongkosnya? Waktunya? Kalau bisa berkomunikasi dan bersilaturahmi secara online, kenapa mesti offline?

Survey yang dilakukan TNS Global akhir tahun lalu (2009) menunjukkan gejala di dunia, bahwa 30 persen atau sepertiga dari waktu luang masyarakat di negara maju sudah dipergunakan untuk online. dari hasil penelitian pula, dapat dilihat bahwa ternyata penetrasi internet untuk hiburan dan santai ternyata lebih besar di negara-negara Asia. Kenyataan ini tampaknya sangat mungkin pula untuk negara Indonesia, di mana hal-hal ringan dan santai lebih disukai. Maka tak heran jika facebook dan twitter bisa laris manis di Indonesia bagai krupuk dan kripik, karena kontennya sangat cocok untuk bersantai.

Sayangnya, dengan berkembangnya teknologi komunikasi virtual ini, secara otomatis menyusutkan tingkat komunikasi tradisional alias komunikasi tatap muka di seluruh dunia. Bayangkan, dengan kondisi sekarang, dimungkinkan dalam sepuluh tahun ke depan, seluruh anggota keluarga Anda masing-masing akan sibuk ber-online ria. Padahal, di masa kini, kebiasaan makan bersama seluruh anggota keluarga sudah kian sulit diwujudkan, akibat peningkatan kesibukan dan perkembangan zaman serta teknologi. Apalagi kini, Anda tak perlu ribet menggunakan PC (komputer) untuk bisa online. Segenggam handphone sudah cukup memudahkan Anda. Ditambah lagi hadirnya teknologi 3G, munculnya handphone sejenis Blackberry, lengkaplah sudah kemudah itu.. sambil makan, sambil nge-gym, sambil kuliah, sambil nunggu bus, sambil gelantungan di busway, sambil nunggu anak-anak main, sambil nunggu istri pulang kerja, sambil di toilet pula..

Di negara maju, mereka yang berkomunikasi lewat e-mail dengan teman sudah mencapai 78 persen, dibandingkan tatap muka yang sekitar 84 persen. Sementara via mobile phone atau sms, sudah mendekati 70 persen responden mempergunakan handphone sebagai alat komunikasi utama (internet masih lebih 'menang' ketimbang handphone ternyata).

So, meng-update informasi & teknologi dan mengunduhnya dalam kehidupan kita sehari-hari, memang penting. Namun tetap, tidak secara berlebihan dipergunakan. Yang tampaknya penting juga, jangan latah. Karena kalo sudah terlanjur latah, susah ngobatinnya. Hehe..

Semoga makin tingginya tingkat komunikasi melalu internet dan telepon seluler tidak membuat ketrampilan berkomunikasi langsung (tatap muka) kita menurun. yang berakibat pada menurunnya ketrampilan sosial dan kepekaan antar pribadi. Banyak hal, tetap saja komunikasi tatap muka, silaturahmi langsung dan copy darat, masih sangat diperlukan. Komunikasi antar persona, tetap punya kelebihan. Ada bahasa tubuh, ada kontak mata, ada sentuhan fisik, yang maknanya kaya dan mendalam ini, tentu saja belum bisa 'dijembatani' oleh teknologi virtual.

Pelengkap data : www.marketing.co.id

Tuesday, November 27, 2007

Serunya Jurassic's World!

Awalnya curhat sama Fithrie, soal lapangan bermain anak yang makin sempit. Apalagi daerah tempat tinggal Alif yang perkantoran, susah banget bisa nemuin tempat main dengan teman seusianya yang aman dari godaan dan gangguan syetan yang terkutuk :D

Ternyata, di Kalibata Mall (Mall terdekat dari rumah), ada Jurassic's World. Maka, tancap gas lah ke sana, yang hanya memakan waktu 15 menit! (mungkin juga karna hari minggu yak...?).

Usai lunch di Mc.D yang kurang memuaskan (minyaknya buanyak amat sih Mac... emang lemet?) tapi alhamdulillah kenyang, maka Alif segera 'digiring' ke lokasi si Dino. Dan Alif bengong. ?!?!?!
Apaan nih ... mungkin itu pikirannya. Namun begitu melihat ada beraneka mobil-mobil mini berseliweran, Alif langsung semangat! "Ummi, mau ana..." (translate: ummi, mau ke sana) sambil menunjuk 'kandangnya' Dino. Oh, jadi ini ya, si Dino's World?

Begitu bayar 20.000 rupiah (murahnyaaaaaaaaaaaa............) Alif langsung dikasih 'gelang' tanda masuk ke JW. Jangan salah ya, 20.000 itu termasuk ayah-umminya boleh masuk lho.........!!! Asyik, bisa ikut mandi bola!! Waa... Belum lagi niy, 20 ribu-nya bisa buat main sampe puas, sampe ngantuk, sampe capekk (walaupun tertulis di pintu masuk : 20.000/jam)!! Murah kan? Apalagi kalo dibandingin sama Gymboree-nya Cilandak Town Square (30 ribu per jam, dengan mainan yang sangat terbatas).

Masuklah Alif (yang dah ga sabar), ayah dan ummi. Apa aja item permainannya ya..... lets see....
- Kuda-kudaan (buat dienjot-enjot)
- Kolam Bola (lengkap dengan tangga kayu dan prosotan mini)
- Jumping Area (Balon dengan ikon si Belalai Panjang)
- Trampolin
- Sepeda, motor, mobil (yang semuanya mini-mini)
- Ayunan
- Aneka Puzzle dan Lego
- Mobil dan area prosotan (anak bisa naik mobil beroda, di atas jalur khusus bergelombang dan mirip prosotan. Ati2 nih... buat 3 tahun aja)

Secara umum, area ini asyik banget buat anak2 main bareng (apalagi murah meriah). Apalagi secara lokasi, berada di sekitar tempat2 makan-nya KaMall (ada Hokben, ada Rice Bowls, ada KFC). Jadiii... kalo yang jagain laper, bisa sambil makan, sambil ngawasin anak2. Asyik kan...?

Di JW, anak2 bisa nyoba aneka mainan untuk merangsang kepekaan dan daya motoriknya. Di sana mereka juga bisa bersosialisasi, tergantung bagaimana si anak dan teman bermainnya masing-masing. Alif pun asyik bereksplorasi dari setengah 3 sampai jam 5 sore! (jelas-jelas) 1 jam lebih! Udah gitu, masih nggak mau pulang pula! Intinya, secara umum tempat ini asyik banget. Seru! Rame! Dan cukup bisa direkomendasikan.

Sayangnya ...
- Makanan boleh dibawa masuk (asyik sih sebenernya). Maka kebersihan bisa jadi taruhan. Ada beberapa makanan yang tercecer, atau resiko minuman tumpah dll.

- Tidak adanya peraturan atau tata tertib sama sekali di tempat ini (selain bayar bea masuk 20 ribu per anak dan melepas alas kaki saat masuk ke arena). Gaduh, riuh rendah. Benar-benar 'hanya' untuk bermain. Tidak ada guru apalagi modul (beda banget dengan class-nya Gymboree).

- Memang menyenangkan jika pendamping anak boleh ikut masuk area, tapi apa nggak sebaiknya dibatasi ya? Masa ada seorang anak diantar oleh 4 orang dewasa? Kan menuh-menuhin tempat. Udah gitu, mereka duduk-duduk di item yang harusnya hanya layak dipakai oleh anak-anak (misal : kursi kecil untuk menggambar. Trus ada juga bapak-bapak yang duduk di jumping area sambil telpon-telponan, sampai-sampai di wilayah yang diduduki tsb cekong dalem bgt. Namanya juga berat orang dewasa. Anak-anak yang ada di area ini jadi gampang melorot ke wilayah tsb.) Dll.

(kok catatan ga enaknya banyak bgt ya? hehehe...)

But so far, ini bisa jadi alternatif buat mom semua, yang punya anak dengan kisaran usia 1-5 tahun. Apalagi dengan kondisi di Jakarta saat ini. Untuk yang bertempat tinggal di Kalibata, Buncit, Pasar Minggu, Rawajati dan sekitarnya, kemacetan bukan lagi hal yang perlu dirisaukan (karena mall-nya di daerah Kalibata).

Oya, di area ini juga disediakan terapi pijat (pakai alat elektrik, yang diletakkan di telapak kaki), dengan biaya hanya 10.000 per 20 menit. Ini untuk orang dewasa ya.... Lumayan sambil nungguin anak main.

Kalau ada yang berniat ke sana, call me ya, kita janjian! Hehehe...

Note : tempatnya hampir nggak nyambung sama namanya 'Jurassic's World'