Thursday, June 24, 2010

Mari Berkarya!!































Judul 1 : Jalan Pinggir Kota

Judul 2 : Rumah-rumah


Ini dia hasil karya Alif dan Afra di hari liburnya...

Bahan-bahan :
- kertas lipat warna warni
- sisa-sisa kertas kado
- lem kertas
- kertas gambar
- stiker (kalo ada)
- crayon (buat nambah-nambahin aksentuasi)

*kertas-kertas bisa diganti kertas koran bekas, kertas majalah, apa saja. Stiker juga bisa diganti dengan aneka bentuk yang ada di majalah atau koran. Alif dan Afra heboh demi menemukan gambar kesukaannya. Tapi suka gak nyambung sama tema. Sigh..

Kalo diliat dari hasilnya, pasti ketahuan deh bagaimana cara bikinnya. hehehe..

Kenapa ini yang dikerjakan? Karena di sekolah belum pernah ada kerjaan yang begini (mirip iya, misal menempel buku yang dibuat dari kertas lipat, dll. Tapi kalo full dari menggunting dan menempel kertas sisa, belum pernah). Dan pekerjaan ini dibuat secara kroyokan, antara Alif, Afra, dan tentu saja Ummi.

Siapa saja boleh menyumbangkan hasil karya-nya untuk ditempel di atas kertas gambar, asal sesuai konteks...
Maka tak heran, stiker bulan (di karya berjudul "Jalan Pinggir Kota") dua biji dari Afra ditolak Ummi.

"Biar lebih terang, Ummiiii...." (ih, maksa!)
"Enggak, mana ada Bulan kok dua?"
"Ada, itu kan adiknya Bulan, Ummiiiii...."
. Tentu saja dengan nada teriaaakkk (biar lbh heboh).

"Tetap tidak, Afra!", jawab Ummi tak kalah teriak.

Apa kata Ayah nanti, ini kan kerjaan atas supervisi Ummi, masa Ummi acc aja, ada dua bulan di langit???

ada-ada aja....


*perhatikan gambar mobil di Judul 1. Mobil warna ijo-nya aneh banget yaa... Jaguar bukan, Porche bukan...




Wednesday, June 23, 2010

Sakit?? Ga papa :)

Hayyaaahhh...
baru juga terima Raport KBB-nya, Alif dah KO duluan. Rapotnya sih baguss... tapi kondisi kesehatannya lagi gak fit. Meler.. srat srott... haduhh...

Ummi gak kurang akal lah.. Langsung berburu buku dan alat-alat ketrampilan yang bisa digarap Alif dan Afra di rumah, biar ga pada garing liburannya.
Prinsipnya sih, liburan kudu bermanfaat, se-happy mungkin, se-seru mungkin, se-enggak capek mungkin (nggak tau kenapa ya, kami berempat rasanya anti banget sama yang namanya kecapean. Nggak banget lah... kaya apa aja hidup sampe kecapekan gitu. hehehe), dan tentu saja dengan budget se-optimal mungkin.

Liburan di Jakarta pastilah nguras kantong. Kalo di Semarang, murah-murahnya bisa aja ke pinggiran Gombel (apakah namanya masih Bukit Asri??) kemudian memandang indahnya pemandangan kota Semarang dari bukit, main ke Ksatrian liat kuda, atau maen ke sepupu yang punya ayunan? Tapi kalo Jakarta... semurah-murahnya pasti kena cost tambahan. Bensin karena macet kah? Ongkos makan minum yang premium kah? Atau bayar parkirnya dengan sistem jam-jaman? (nanti kita buat review tentang liburan murah di Jakarta deh yaa... next time).

Dan di hari liburan kelima, Afra tertular batuk, dan makin ramailah lomba serak-senggrokan-dan serot-serotan. Haduhh...

Tapi eniwe, Ummi pastilah bahagia, melihat anak-anak yang walo sakit, masih bisa sebegitu cerianya. Ummi stress pastinya, karena badan Afra panas, Alif yang batuk terus-menerus, lalu ayah yang lembur tiada henti...
Namun, keceriaan anak-anak seolah menampar menyadarkan diri, bahwa kehidupan itu, dengan cinta dan ketulusan, pastilah tetap indah. No pretensi, no tendensi. Cukuplah bersikap TULUS dan menebar CINTA.

Cepat sembuh ya anak-anak, mari jajan es krim, mari pesta coklat, dan main hujan lagi!!!
Love u more and more ...

*Ummi
(ntar diposting foto-foto hasil karya Alif dan Afra selama liburan. lengkap dengan berantakannya rumah. hehehe)





Friday, June 18, 2010

Wanita Cantik Sebabkan Stres Pada Pria

img

(Amelia Ayu Kinanti) - wolipop

Jakarta - Siapa bilang pria selalu bahagia di depan wanita cantik? Sebuah penelitian membuktikan, kecantikan wanita justru memicu stress pada pria.

Penelitian itu dilakukan terhadap ratusan pria di Spanyol. Cara penelitian dilakukan cukup unik. Para pria itu diberikan sebuah puzzle dan diminta menyelesaikan dalam satu ruangan. Di dalam ruangan itu ada satu pria asing dan seorang wanita yang cantik yang mengaku sebagai peneliti.

Dalam beberapa menit, sang pria yang mengaku peneliti sengaja keluar ruangan dan meninggalkan objek penelitian berdua saja dengan wanita cantik tersebut.

Dari hasil pengamatan terbukti bahwa tingkat stress pria setelah ditinggal berdua saja dengan wanita cantik menjadi meningkat. Produksi keringatnya bertambah, wajahnya seringkali tertunduk malu, serta pipinya seringkali merona.

Keadaan tersebut membuat konsentrasi para pria terpecah, sehingga mereka pun sulit menyelesaikan puzzlenya. Para peneliti juga menemukan sebuah hormon bernama cortisol yang biasa muncul dalam keadaan stres.

Stress pria muncul karena rasa tidak percaya diri dan perasaan kurang menarik di depan wanita cantik tersebut. Stress para pria mereda setelah wanita cantik itu meninggalkan ruangan.

-end-

"Syukurlahh....."
Bukan syukur karena saya bukanlah Sang Wanita Cantik,..
Tapi syukurlah, karna saya tak sampai membuat bapak, kakak2, dan suami (apalagi anak laki-laki) saya berkeringat dingin, konsentrasi menurun, apalagi stress.... ;)

Tuesday, June 15, 2010

Nikmatnya Rasa Sakit

Senin lalu (14 Juni 2010), pukul 7 pagi, saya begitu bersemangat (as ussual) membangunkan anak-anak dan mempersiapkan mereka utk berangkat sekolah.
Usai libur dua hari, tampaknya pompa semangat di Hari Senin harus lebih ditekan. Pameo Hate Monday memang racun, yang sadar atau tidak, menghipnotis orang untuk menjadikannya 'Hari Istimewa' bekerja (super repot dan ribet), layaknya Love Sunday sebagai Hari Istimewa berlibur.

Bisa ditebak, dua kurcaci saya itu begitu sulit dibangunkan. Merem-melek-menggeliat-merem lagi. Biar tidak senewen, saya nyanyikan lagu kencang-kencang supaya mereka terbangun dan tersadar dari mimpi akhir pekannya. Dan tentu saja dengan nada fals supaya mereka lebih terusik (pada dasarnya suara saya memang fals).

Ada sahutan mezo-sopran. Artinya Afra sudah bangun. Bersamaan dengan itu, saya tengah bersiap mengeluarkan tas mereka dari dalam lemari besar di ruang tengah sebagai tempat penyimpan segala rupa tas.
Namun tak dinyana...

"Dugh...buk... kreekkk...blek"

Sang pintu lemari kayu yang big dan keras itu menghantam kepala saya. Sisinya tepat mengenai pelipis, entah dimana persisnya, yang jelas suakitnya bukan main.
Rasanya kesal dengan si pintu lemari. Andai dia bukan barang berat, mungkin sudah saya lemparkan ke lantai sebagai upaya pelepasan rasa sakit yang tak terkira. Namun demi mengingat berat dan kerasnya, dengan perlahan saya sandarkan kembali pintu itu.

Ya, pintu lemari itu memang tidak sempat jatuh ke lantai. Pintu lemari setinggi 2,5 meter itu terhenti di kepala saya.

Saya sempat terdiam sambil memegang si pintu. Sempat terputar satu memori dengan rasa yang pernah akrab. Namun apa dan kapan ya?

Tak lama saya berbaring di kasur menahan nyeri yang luar biasa. Mata merah dan berair, pelipis yang senut-senut, serta badan yang rasanya remuk redam.

Sesaat saya teringat peristiwa delapan tahun silam. Kala itu juga pagi hari, pukul 6.30. Bedanya adalah pagi bagian semarang (bukan jakarta) dan TKP-nya di luar, di jalan raya, bukan di dalam rumah. Bukan pintu lemari, tapi kecelakaan (motor) tunggal. Di tengah basahnya gerimis. Demi menghindari sebuah motor yang berbalik arah dari sisi kiri ke sisi kanan arah sebaliknya, rem mendadak saya membuat kami berdua (saya dan si tornado) terjungkal ke sisi kanan. Syukurnya tidak ada kendaraan dalam jarak dekat dari sisi kanan. Si motor 'tersangka' segera melarikan motornya, sementara saya yang sempat mati rasa ditolong oleh seorang yang lain yang juga mengendarai motor.

Saya ingat, kala itu di tengah nyeri, saya berusaha pulang menempuh jarak sepuluh kilometer, dengan kondisi stang motor yang bengkok. Tanpa kacamata minus yang pecah terbelah (tak bisa lagi dipakai), dan kaca helm full protect yang hancur berantakan. Dahsyatnya accident pagi itu. *Pesan : jangan sayang membeli helm full protect kualitas baik (SNI). Saya tidak bisa membayangkan jika sedang pakai helm abal-abal.

Tiba di rumah, di tengah kepanikan ibu dan bapak, singkatnya saya segera diistirahatkan.
Pertolongan pertama : minyak tawon! Oleh ibu, si minyak dibalurkan ke sekujur tubuh sisi kanan, mulai kepala (yang berlumur darah), pipi, lengan, dan kaki (alhamdulillah....pakaian panjang saya cukup 'bermanfaat' sebagai perisai).

Tak lama setelahnya, saya tiba-tiba terbang ke alam lain. Saya tidak sadarkan diri. .... untungnya sudah di rumah.
Kala terbangun, yang saya rasakan adalah perasaan damai... sangat damai.... padahal darah segar masih menetes di pelipis, dan badan senut-senut tidak keruan. Saat itu juga saya bersyukur... entah darimana rasa nyaman itu.
Padahal latar belakangnya aroma minyak tawon :D

Saya teringat di masa itu adalah saat sibuk2nya saya menjalani aktivitas kemahasiswaan. Begitu overnya. Dan mungkin kecelakaan itu-lah rem-nya. Masih terngiang bagaimana ketika tiba di rumah, dengan sisa tenaga saya menceritakan kronologis kecelakaan, kakak sulung saya dengan begitu hebohnya bilang "Mending kamu tabrak aja tuh motor, jadi kamunya gak jatuh separah ini!". Benar memang. Tapi mungkin saya tidak bisa tidur nyenyak (pingsan dengan sukses) setelahnya. sebagaimana yang baru saja saya lalui. Saya bersyukur tidak melakukan opsi tersebut, dan bersyukur atas jalanan yang tengah sepi (mungkin karena tengah hujan).

Seminggu penuh saya total istirahat, sampai bengkak itu surut, luka parut itu mengering, dan senut-senut itu berkurang. Saya nikmati seminggu itu sebagai waktu istirahat. Waktu berpikir tentang pilihan aktivitas, dan waktu untuk lebih merasai 'masa jeda'. Kita boleh berusaha, namun Tuhan penentu segalanya. Entah mengapa rasa sakit itu begitu nikmat.

Dan kecelakaan pintu lemari tadi mengingatkan saya pada hari kecelakaan di pagi gerimis silam itu. Segera tersadar, lalu secara mantap saya memilih untuk menikmatinya. Saya bersyukur karena pintu lemari itu tidak menimpa anak atau suami saya, dan bersykur bahwa pintu yang jatuh adalah pintu lemari, bukan pintu rumah yang lebih tinggi dan lebih berat. Saya juga teringat, sebulan yang baru lalu adalah hari-hari yang luar biasa sibuk dan berat, dengan segala macam urusan dan kegiatan. Mungkin 'saatnya utk beristirahat' telah tiba. Badan saya mulai demam, energi mulai surut, dan mata terasa berat.
Setelah anak-anak diambil alih suami, segala persiapan dan urusan sekolahnya, saya pun tak sadarkan diri. Tak sadar, namun dalam kedamaian dan mimpi yang indah :)
Seharian itu saya 'bebas tugas', ditemani aroma minyak tawon. Nikmat :D

*pesan : jangan lupa sediakan minyak tawon sebagai pertolongan pertama pada luka baru! Mantap!


*terkadang kita perlu ditegur dengan keras, hanya untuk membuat kita 'sekedar beristirahat'*
- jangan lupa istirahat yaa.... sebelum kita 'dipaksa' beristirahat :)