
"Aku pengen kaya kamu, jadi full mom. Ga usah kerja dan ninggalin anak"
sebuah 'IM' masuk di Yahoo Massanger saya.
saya jawab dengan " :D " (nyengir)
Tapi dalam hati tersenyum. Lha wong semalam saya baru curhat sama suami, "Bang...aku lagi jenuh nih..." Dan sempat ngebatin, mungkin asyik kali ya, kalau balik kerja lagi. Ga bosen, tiap hari ketemu sesuatu yang beda.
Sorenya, 'IM' yang lain masuk. "Lagi jenuh nih.. Di rumah aja, bosen" (sori mbakyu, chating kita kucatut). dari seorang ibu muda cantik, yang kebetulan full mom full home.
Jawaban saya pun sama dengan yang tadi : nyengir. Soalnya, saya sempat ngebatin juga sebelumnya, si ibu yang satu ini enak juga. Kocek suaminya lumayan (sok tau ya), putrinya cantik, lucu, rumahnya dekat sama mertua (bisa buat mampir2), ada pembantu, punya mobil dan bisa jalan2 kemana aja, punya kesibukan bisnis jual-jual (jual apa aja tho mbak?), di rumahnya ada kolam ikan (ikannya kan bisa diajakin curhat), di rumahnya banyak taneman (ada yang bisa disiram-siram), dll.
Ya gitu deh.. dah ada kesimpulannya.
1st. Bahwa rumput tetangga sering terlihat lebih hijau. Enak ya si dia (padahal dia-nya lagi ngiri sama kita). Beruntung ya si dia (padahal si dia-nya ngerasa dapat ujian berat dari Allah). Dll.
2nd. Bosan bisa menjangkiti siapa saja. Orang yang kelihatan paling enak sekalipun. Artis, presiden, anggota DPR, supir bis, pemulung, dosen, dan banyak lagi. Mau yang kerja, nganggur, iseng, atau apalah, semua pasti bisa kena bosan, jenuh.
3th. Bosan adalah musuh bersama. Bosan harus diperangi bersama-sama. Tapi bosan juga sahabat lama, yang sesekali datang berkunjung. Sekadar menyentil dan mengingatkan kita, bahwa banyak hal yang perlu kita cermati. Membantu kita jadi lebih kreatif dan inovatif.
4th. Bosan bisa muncul karena kita terlalu banyak maunya. Sudah punya ini itu, tapi negarasa kurang, bakalan lebih enak kalau ada ina-ini ita-itu juga. Kita jadi banyak maunya, karena kita (maksudnya : saya) kurang bersyukur. So, mari perbanyak bersyukur ... (terlalu banyak yang bisa disyukuri tapi kita (maksudnya : saya) lebih banyak alpa).
5th. Nggak usah terlalu senewen dengan bosan. Dia makin ge-er jika makin diperhatikan. Selama kita tetap fokus pada apa yang sebaiknya dilakukan (tidak usah dulu berpikir soal : seharusnya), konsisten, on the right way.. keep on cool... secara tidak sadar, si bosan pasti juga pergi tanpa pamit (datang tak dijemput pulang nggak pamitan). Inilah saatnya eksistensi sebuah pilihan diuji! (mau tetap kerja, mau tetap di rumah, mau nganggur, mau iseng atau apa aja).
Saya juga heran, kenapa saya bisa bosan? Padahal ada kerjaan baru yang bisa mendatangkan uang (pesanan bikin buku) -soal 'uang' kan pasti menyenangkan. hehe .. Afra sudah makin besar, makin lucu. Apalagi Alif yang sudah makin pintar. Banyak film2 download baru yang belum ditonton. Wow! Ramai hati saya! Ramai rumah tinggal ini! Seramai House of Love!
So, mari kita bersama melawan kebosanan!!
Alif, Afra, Abang juga, maaf ya kalo sempat rada senewen ... abis jenuh sih ... hihihi...

No comments:
Post a Comment