Tuesday, March 7, 2006

1 Tahun, 3 Bulan, dan 25 Tahun

-19 November 2006 (ditulis dg sangat terlambat)-

Satu tahun genap usia pernikahan dalam bilangan Masehi. Selamat Ulang Tahun, suamiku... Tak ada rasa lain yang ada, selain cinta, sayang, kasih, dan (kucoba untuk) setia (hehe) ...
Rasa itu kian tumbuh, berkembang dengan ranum dan wangi yang semerbak, memenuhi sukma dan raga-raga yang fana...
Ingatkah setahun yang lalu, saat jelang pernikahan kita, tak (cukup) kenal maka kita sayang ..
Ingatkah di awal pernikahan kita, ketika rasa-rasa bujang dan lajang masih lekat dengan egoisme, kemanjaan, kesendirian, keangkuhan, serta cinta-dan kesal yang beraduk dan mulai tumbuh kemana-mana...
Ingatkah kekanak-kanakan kita dengan masa pacaran, usai akad nikah diikrarkan? Ketika malu dan takut, juga suka dan penasaran membaur bersuka-ria juga menjelma menjadi monster-monster menakutkan?

Ya, itu setahun yang lalu...
Kini, kita sedikit lebih dewasa, setidaknya karena kita akan punya anak (hehe) ...
Dirimu yang berubah, Bang... perubahan yang membuat hati membahana. Ketika seseorang seperti dirimu telah bisa lebih romantis (setidaknya dengan sering datangnya pelukanmu, pertanyaanmu “bagaimana hari ini, sayang...?” -meskipun mungkin basa-basi-, seringnya kurasakan pijatan lembutmu (saking lembutnya jadi tak terasa dipijat), seringnya kau biarkan aku memilih menu makan akhir pekan kita (meski kemudian keputusan jatuh padamu jua). Dan, ah... banyak sekali, Bang... (cieeeehhhh.....)
Namun yang jelas, ungkapan tanggung jawabmu makin membuatku tenang menjadi pendamping setiamu. Bahwa aku terlindungi, bahwa aku terayomi, bahwa aku terbimbing dan bahwa aku terhibur banyak olehmu, maka, apalagi yang tidak akan kuberikan padamu?

Selamat Ulang Tahun yang pertama, suamiku...
Ulang Tahun yang tak ada perayaan apapun, kecuali mengingat masa setahun lalu. Ulang Tahun pertama yang direncanakan untuk makan malam (yang romantis) bersama, malah membuat kita mengantuk dan jatuh tidur (maklum, kehamilanku sudah menginjak usia 9 bulan dan membuatku mudah mengantuk).
Ah, bukankah kehindahan ulang tahun tak sepenting keindahan perjalanan setahun sebelumnya, dan bertahun-tahun selanjutnya? (Bang, aku hanya membela diri. Sebenarnya, pengen juga ada makan malam yang romantis seperti di film-film :-)

Selamat Ulang Tahun, suamiku ...
Selamat mengarungi bahtera yang lebih luas lagi (bersamaku, tentunya). Semoga kita menjadi lebih dewasa, menjadi lebih arif dan bijak, dan menjadi “lebih tua” (karena kita akan menjadi orang tua). Karena pertambahan usia perjalanan kita, makin memperdekat kita pada Saat Pertanggungjawaban. Sudah siapkah menjadi suami terbaik bagiku? (Jangan kau balik bertanya ya... hehe...)


-5 Maret 2006-
Selamat Ulang Bulan, anakku sayang...
Selamat melihat-lihat dunia ini dengan lebih jelas. Dengan mata yang kian tajam, bisa kau bedakan wajah ayah dan ummi kan? Masa sama saja?

Alif, kehadiranmu sebagai orang ketiga justru membuat ummi makin cinta pada ayahmu. Meski waktu ummi seharian nyaris habis bersamamu (ayahmu prioritas kesekian saja ya... ayah kan sudah besar :-) Kehadiranmu membuat ummi makin sadar, bahwa tanggung jawab manusia justru semakin meningkat, seiring kian dekatnya hari perjumpaan dengan-Nya.

Alif sayang, sekarang ocehanmu kian banyak ya... Seolah kamu adalah jubir yang sibuk, apa-apa mengundang komentarmu. Pipis, kamu komentar, gerah, kedinginan, komentar juga. Bosan, komentar, ngantuk komentar, lapar komentar, bahkan saat menyusu pun kamu masih saja sempat komentar meski dengan gumaman.

Alif sayang, badanmu yang gemuk makin membuatmu mudah berkeringat. Dengan beban 7 Kg lebih di usia ini, tidak menghalangimu untuk banyak beraktivitas. Begitu aktifnya kamu, sampai-sampai ayah atau ummi tertidur kelelahan atau kehabisan bahan bermain denganmu. Kamu juga jadi sering haus, karena seringnya kamu berceramah. Sayangnya nak, ummi dan ayah sama sekali nggak paham, kamu ngomong apa. Ah nak... mungkin orang tuamu begitu ramai ya, sampai-sampai kamu dapat contoh yang tepat :-)

Alif sayang, semoga kamu senantiasa sehat ya nak... Dengan ASI yang dilimpahkan Allah untuk tumbuh kembang dan daya tahan tubuhmu ini, bersyukurlah.. Karena hanya dengan bersyukur, kamu akan dapat ASI lebih banyak! Semoga dengan kesehatan tubuhmu yang baik, akan mendukung kecerdasanmu, aktivitasmu, juga prestasi-prestasimu nantinya.

Alif sayang, jadilah anak yang banyak bersyukur. Jadilah manusia yang senantiasa ingat, dan khusyuk pada amanah-Nya. Cintailah Dia melebihi segala apapun. Cintamu yang tinggi pada-Nya, akan membuatmu mampu membagi cinta dengan baik pada orang tuamu, kakek-nenek, saudara-saudara, teman-teman, dan siapapun yang layak kamu cintai.

Alif sayang, maafkan ummi ya, jika hingga 3 bulan usiamu ummi tak banyak bisa memberikan sesuatu. Tapi yang perlu kauingat, segala yang ummi dan ayah berikan padamu, adalah segala yang terbaik yang bisa kami berikan. Dan nantinya, semoga akan membuatmu menjadi manusia yang mampu berbagi kebaikan dan memberikan segala yang terbaik yang bisa kauberikan pada sesama.

Alif sayang... peluk hangat selalu buatmu..

Untuk ayah Alif yang tercinta, terima kasih ya.. untuk berbagi tugas dan beban dalam merawat anak lucu ini. Kasih sayangmu, belaianmu, didikanmu, dan segala yang kauberikan pada nanda Alif, adalah hadiah paling istimewa buatku, umminya Alif. (Jangan pernah lelah ya...)


-2 Maret 2006-
Ah ... makin dekatlah diri ini pada tempat kembali...

Ya Allah, segala puji hanya milik-Mu. Kau ijinkan aku menjalani kehidupan hingga seperempat abad ini. Hingga 25 tahun, untuk mengumpulkan bekal di Hari Selamanya. Telah cukupkah ... ?
Ketika kian dekat diri ini pada saat itu, selalu menyadarkan diri akan betapa minimnya bekal yang terkumpul. Namun, sungguh, sebelum jiwa ini kembali, selalu masih ada kesempatan. Ya, semoga sisa usia ini mampu mengumpulkan lebih banyak bekal .. Semoga sisa hari yang ada, benar-benar mampu menjadi hari yang kian berarti. Tak ada tua ataupun muda di bilangan usia. Melainkan tua dan muda di bilangan kesempatan hidup dari-Nya.

Nikmat Allah yang manakah yang mampu didustai. Di usia ini, menerima anugerah seorang pendamping yang baik, dan anugerah anak yang sehat... juga segenap karunia dari Rahmat dan Rahim sifat-Nya di sepanjang usia ini ...
Dan ternyata, diri ini masih sangat kurang bersyukur...

Banyak sekali tugas dan amanah yang belum tertunaikan hingga di 25 tahun ini..
Semoga diri ini segera tersadar, bahwa sewaktu-waktu panggilan-Nya akan datang, hingga harusnya senantiasa bersiap diri, sesegera mungkin.

Beri hamba kemampuan dan cukup waktu, ya Allah ...
Agar kembali pada-Mu dengan SELAMAT.

(03/03 & 07/03, 2006)

No comments: