Wednesday, October 24, 2007

soal blog saya

Kali ini saya pengen cuap-cuap (sendiri) soal nge-blog. Saya ga bakalan cuap-cuap panjang lebar, apalagi dengan analisa dan informasi. Saya memang punya blog, tapi saya bukan 'bloger' (istilah yang saya sendiri mengartikannya sebagai orang yang mahir soal blog *jam terbang tinggi, paham IT, ngerti istilah html, popup window, kompresi, nge-link, dll*).

Belum lama saya membaca postingan di blog milik "Priyadi" (maaf mas, belum saya link-kan. hehe.. saya kan ga ngerti :D). Inti bahasannya adalah soal 'Blog Seleb'. Saya nyegir waktu baca postingan yang cukup singkat tersebut. Sumpah deh, dalam hati : ga bakalan yang dimaksud itu adalah blog saya. kekekek... Ada sedikit hal yang membuat hati saya pun berujar tak sepakat, bahwa 'blog dibuat untuk dikunjugi-dikomentari-dst. Dan bahkan kemudian hal tersebut bisa membuat blog seseorang menjadi blog seleb, yang mana pemiliknya bisa menjadi seleb di kalangan para penge-blog.

Sedikit cerita. Dulu saya nggak paham sama sekali dengan dunia internet -Walau sertifikat pelatihan komputer dan internet saya tak kurang dari 3 buah-. Garis besarnya sih, saya tak akrab dengan dunia internet -walau nilai komputer saya di kampus selalu AB atau B (ternyata bisa komputer tak selalu mengerti internet ya..)-. Seorang teman memperkenalkan internet secara khusus pada saya saat menjadi partner kerja. Namun ternyata saya cuman merem melek nggak paham juga (balik lagi ; karena memang nggak akrab, jadi saya tidak bisa berhubungan lebih jauh dengannya -si internet-). Pokoknya, saya mati kutu kalau ketemu 'google', 'yahoo', apalagi sekarang ada 'kubuntu', ada 'linux' ada 'open source' dan lain-lain istilah yang bikin saya kekenyangan.

Itulah, kalau kemudian cerita berlanjut dengan sebuah 'perjodohan' (hehe...). Siapa nyana kalau saya berjodoh dengan seseorang yang paham dengan itu semua. Dan ketika status 'istri' pertama kali saya sandang, maka yang namanya internet, hampir jadi santapan sehari-hari (note : nada suaranya rada bangga gitu). Betapa tidak, akses internet kebetulan bisa 24 jam sehari. Sehingga, silahkan mengenyangkan diri dengannya.

Singkat kata : saya kemudian diajari 'seseorang tersebut' untuk membuat blog. Apa motivasinya sebagai guru pribadi saya? "Blog tidak harus untuk dipublikasikan. Blog bisa saja dipakai sebagai 'kotak penyimpan', tanpa kita takut suatu saat 'missing' dengannya (paling2 kalau internetnya mati). Sama seperti buku diary. Hanya bedanya, kita tinggal klik 'save' untuk menyimpan, dan akan tersimpan secara 'abadi'. Kita nggak lagi harus bingung "dimana gue mesti simpen diary gue? Gimana kalo ilang", dll".
Thats it, simpel. Saya pun memindahkan isi folder-folder ajaib saya di hard disk, ke blog baru saya (yang template nya sudah berganti 3 kali, karena ga bisa bikin template sendiri, jadi ga puas-puas juga). Apa isi folder-folder Diary saya itu? Ya inilah, yang ada di Box-nya Blog "House of Love". Saya belum kebayang jauh, ada yang mau menyambangi secara spesial blog saya, apalagi berkomentar, apalagi kasih nomer rekening. Saya pun yakin, kalau si guru pribadi saya pun belum membaca seluruh postingan yang ada (guru juga manusia kan, ga harus tahu semuanya.. hehe..).

So, saya ga terlalu mentingin tuh, apakah blog saya dikunjungi atau dikomentari. Karena semua catatan yang ada tendensi nya ke saya pribadi, dan syukur2 ke anak2 saya yang pintar2 itu. Makanya, sampai sekarang saya sama sekali belum pernah launching blog ke siapapun, kecuali adik perempuan saya. Itupun karena dia memohon2 saya untuk mengajarinya bikin blog (saya senang, akhirnya saya -seorang murid ini- bisa jadi calon 'guru blog'). So, kalau mau jadi seleb lewat blog, rasanya jauh deh. Apalagi kalau, blog-nya jadi nominator blog seleb. hihi... ga berani deh, nyaingin Mas Pri, Mbak Lita, Nita&Enda, dll (mas, mbak, maaf lho, nggak nge-link juga. Insya Allah kapan2 saya edit deh).

Nah, lain ceritanya, kalau tiba-tiba ada seorang teman yang meminta web-blog saya, yang katanya mau melihat 'pencerahan-pencerahan'. Ada juga yang tiba-tiba 'memungut' kutipan catatan saya di blog untuk di'selipkan' di hak milik pribadinya tanpa mencantumkan 'by' siapa nya. Atau kalau tiba-tiba ada yang bilang tersanjung setelah baca blog saya. halah... yang ini paling ngawur. Tapi sumpah deh, saya belum lanching blog saya ini ke siapa-siapa. Atau jangan-jangan.................................................................................

Mungkin saya perlu pertimbangkan saran seorang teman saya yang perspektif, untuk mengabarkan si "house of love" ini. Ya, ga papa lah, itung2 belum bisa nerbitin buku sendiri. Ok dee... konsultasi dulu nih sama guru pribadi. Apakah beliau bersedia, kisah2 cinta kami 'terpublikasikan'? hehe... (ah, sok banget sih..)

Intinya dek (spesial buat adikku yang pengen punya blog), kalau pengen punya blog, ga harus dengan paradigma 'bakalan di santap' oleh orang2 di dunia maya. Jadi, ga usah tuh, bingung2 ngelihat-lihat blog orang biar bisa meniru, lalu mewarisi, lalu menjadikan dirinya sebagai seleb blog. Kembali lagi, menulislah, bertuturlah, berkisahlah, bertindaklah, bersikaplah, terlepas apakah orang menghargai, membalas, memberikan apresiasi, mengomentari, atau mendiamkan. Tapi tetaplah pada pijakan, untuk menjadikan segala 'hasil karya' sebagai apresiasi diri, penghargaan pada diri sendiri (yang nantinya bakalan sendirian lagi), layar dan cermin instrospeksi. Dan muaranya tentu saja : kembali pada fitrah, untuk sebuah perbaikan yang tak henti.

Oke dek, kutunggu blog-mu ya..

Buat "para seleb blog", makasih ya, inspirasi-inspirasinya. Akhirnya tulisan tiada pernah berakhir berkisah (walau tak dibaca orang sekalipun). Anda adalah para guru bagi para pemula seperti saya (jasamu tiada..........tara.........).

1 comment:

Anonymous said...

SELAMAT DATANG DI DUNIA BLOGER YA MBAK... HIHIHI...