Thursday, February 4, 2010

Tertarik, Kagum, juga Penasaran


Saya sebenarnya termasuk orang yang gampang tertarik pada orang lain.
Karena, tiap orang itu unik. Tiap orang itu eksis. Dan tiap orang itu punya posisi di jagat Bima Sakti ini.

Makanya, saya selalu tertarik.

Walau... saya sangat tidak mudah kagum pada orang lain. Karena tiap orang punya kemampuan masing-masing, punya modal masing-masing, punya keinginan masing-masing, dan punya tujuan masing-masing.

Makanya, saya tak mudah kagum pada orang.

Namun kalo kemudian saya tertarik pada satu sosok, lalu kagum, lantas penasaran hingga kini, maka cuma dia-lah orangnya.

Untuk seorang pria (ya, ternyata dia pria.. fiuhh..), tinggi badannya rata-rata saja. Tidak terlalu tinggi. Namun tegap. Proporsional, atletis, dan juga lincah.

Gaya rambutnya unik, lurus, tebal ala punk (tapi nggak nge-punk). Saya nggak tau warna asli rambutnya memang seperti itu, atau tidak. Abu-abu keperakan.
Ilmu beladirinya jangan ditanya. Luar biasa. Itu yang membuat saya kagum. Saya hampir nggak pernah lihat dia kalah di arena pertarungan. Kalau melihat dia bertanding, jantung rasanya berhenti berdetak, badan ikut tegang, tak acap dahi mengkerut, dan alis naik turun. Tapi dia 'selalu' menang memang. Great!

Pakaian ala prajuritnya membuat komplit penampilan yang keren, tangguh, macho dan.. lah segalanya serba pas.

Walau terlihat begitu jantan, dia penyuka novel. Ini yang membuat saya makin suka pada sosoknya. Di sela latihan atau melatih murid-muridnya bela diri, membaca novel adalah kesibukannya.
Keras, namun pengertian. Tangguh, namun romantis. Konyol, cerdik, tapi juga kaya wawasan dan mendalam secara emosional.

Dia punya tugas yang berat dalam melatih dan membina timnya. Menurut saya, tim-nya adalah tim yang paling kompleks dan paling berat ditangani, karena begitu beragam kepribadian dan keahlian.

Sosok yang komplit. Saya tertarik, saya kagum, dan masih penasaran hingga detik ini.

Mata Sharingan implantasi dari temannya si-"crying baby", pedang ayahnya, si-White Fang, Chidori, Rasengan (dg satu tangan)... kepekaan hatinya, kekuatan fisiknya, juga ketajaman otaknya... hhh... saya speechless... Dia bukan paling hebat, tapi paling menarik!

Tapi saya memang masih penasaran... Bagaimana wajahnya??
Karena wajahnya selalu tertutup masker. Walau masker, ikat kepala Konoha, dan slayer mata satunya, memang membuatnya tampak makin keren,.......
Tapi bagaimana wajahnya??

Saya masih penasaran..

Jangankan saya sih, murid-muridnya; Sasuke (yang kemudian 'digantikan' oleh Sai), Sakura dan Naruto pun, tak pernah tahu bagaimana wajah sensei-nya ini.

Ah, peduli amat..
Kakashi Sensei.. teruskan perjuanganmu.
Suatu ketika, semoga penasaranku terjawab.
Mashashi Kishimoto...please... (awas ya, tokoh yang ini nggak boleh mati, Naruto juga! arigato!)


Nb: photonya emang ga nyambung...wkwkwk...

Tuesday, February 2, 2010

Borobudur : Ajiibbb !!



Bangunan megah yang luar biasaa...

Konon bangunan candi ini dibangun di abad VIII pada Dinasti Syailendra.

Kabarnya pula, candi ini dibangun dengan tatanan sekitar dua juta batu di antara aliran Kali Elo dan Progo dengan total volume bangunan mencapai 55.000 meter persegi.


Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang Jawa Tengah, dan kabarnya, sempat tertimbun abu letusan Gunung Merapi pada tahun 950 Masehi.
Pada tahun 1991 UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai salah satu warisan dunia yang wajib dilestarikan dan termaktub dalam World Heritage List Nomor 592. Keren kann??

Seingat memori, saya baru tiga kali menginjakkan kaki di Borobudur, candi megah yang menjadi candi favorit saya di antara beribu candi peninggalan sejarah di Indonesia. Candi Borobudur merupakan candi 'utuh' yang penggambaran sejarahnya masih terasa 'utuh' pula.

Terakhir kali mengunjungi Borobudur di Bulan Oktober 2009 yang lalu, saya betah berlama-lama berada di areal candi, yang sayangnya saya datang di waktu sunset. Sehingga kesempatan untuk menjajaki candi tinggal sedikit waktu. Kawasan candi ditutup pukul 17.00 atau pukul 5 sore. Menyaksikan kemegahan candi ini, terasa betul bagaimana 'keajaiban' itu memang ada. Masa di mana teknologi dan insinyur belum ada, namun bangunan dengan arsitektur dan relief yang relatif berkualitas tinggi ini sudah 'mampu' berdiri. Megah, kokoh, menakjubkan. Walau beberapa patung pertapa atau arca Budha sebanyak 504 buah, sudah tak utuh (tinggal leher dan badannya saja, hidungnya cowel, atau tanggannya tinggal setengah siku), namun bangunan candi ini masih terasa indah dan luar biasa.

Ketika meraba batu berbentuk stupa itu.., rasanya.. luar biasa.. kokoh! Undakan tangga yang curam, nuansanya penuh misteri dan tantangan (tak terbayang untuk mendakinya setiap hari). Puncak-puncak stupa 'kecil' yang mengelilingi stupa tertinggi yang paling megah itu.. menularkan emosi ketakjuban dan penuh memori yang entah tersimpan di stupa bagian mana dan di masa yang mana.
Ajaib.. Subhanallah...

Terhitung sejak februari 2010, harga tiket masuk candi mengalamai kenaikan. Harga tiket untuk wisatawan nusantara (wisnus) kategori umum pada hari Senin hingga Jumat naik dari Rp12.500 menjadi Rp15 ribu/orang. Sedangkan hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional naik dari Rp15 ribu menjadi Rp17.500/orang.
Harga tiket untuk wisnus kategori anak-anak dan pelajar secara rombongan dengan jumlah minimal 20 orang, pada hari Senin hingga Jumat naik dari Rp7.500 menjadi Rp10 ribu/orang. Sementara hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional dikenakan Rp11 ribu/orang. Ia mengatakan, harga tiket wisnus umum pada musim liburan Lebaran, Natal, dan Tahun Baru Rp25 ribu/orang dan wisnus anak-anak atau pelajar Rp12.500/orang.

Untuk harga tiket wisatawan mancanegara (wisman) umum, naik dari 13 dolar AS menjadi 15 dolar AS/orang dan wisman anak-anak atau pelajar naik dari tujuh dolar AS menjadi 8 dolar AS/orang. Harga ini dengan asumsi kurs 1 dollar senilai Rp 10.000,-.
Bagi yang membawa kamera, maka dikenakan bea kamera (sayangnya saya lupa berapa besarnya. kalau tidak Rp. 5000,- ya Rp 1000,-).

Para pengunjung pun sekarang diwajibkan melewati
metal detector sebelum memasuki areal candi. Bayangkan saja wisata candi, wisata abad lampau, tapi ada metal detectornya. Nggak nyambung sih, tapi mau bagaimana lagi. Hehehe..

Terhitung sejak Februari 2010 pula, para pengunjung dilarang mengenakan celana pendek, rok mini atau sepatu high heels (sebenernya buat
high heels, bener juga, masa iya 'mendaki' candi pake high heels sih.. hebat dong.. kekekek...). Untuk celana atau rok mini, dimaksudkan dalam rangka menghormati candi dan sejarah (karena nilai leluhur dan religinya). Padahal kalau 'mendaki' menggunakan rok mini, ribet juga sih...

Karena bersama anak-anak, agak ribet juga mau menjelajahi setiap senti bagian candi. Apalagi mendakinya saja sudah cukup melelahkan. Namun kunjungan kali itu cukup memuaskan.

Satu hal yang masih mengundang rasa penasaran dan belum kesampaian, adalah menyaksikan pentas kesenian tradisional Dayakan/Topeng Hitam, Kubro Siswo, Soreng, dan Jathilan yang rutin diselenggarakan di area candi, juga pentas Sendratari Ramayana yang kesohor itu.
Kapan yaa...(ada yang mau menemani??)


(informasi tambahan; dari berbagai sumber)


Saturday, January 30, 2010

Temukan Diet Ideal


Lagi-lagi soal diet.

Dari jaman saya masih SD sampai saya sudah punya krucil dua anak, tema DIET rasanya tidak pernah luntur dari peradaban.

Seumur-umur saya nggak pernah tertarik dengan tema ini. Nggak pernah minat membaca apalagi mengikuti dan mempelajari ilmu diet. Karena badan usia SD saya justru kerempeng. Mulai gemuk saat masa puber di usia hampir lulus SMP. Tapi saya masih nggak merasa gemuk (waa.. ngeselin kan?). Hingga di usia SMU, ketika seorang teman nyeletuk "Nggak kaya kamu, gendut".. wealah...

Tapi saya ga acuh juga lah.. Bisa jadi dia sirik (hehehe...membela diri). Tapi kok dia cowok? Masa iya sirik sama saya yang notabene perempuan tulen??

Hingga akhirnya saya menikah dan memiliki dua anak. Ilmu DIET serasa jadi wajib buat dilirik. Terutama saat anak kedua sudah menginjak usia setahun lebih. Ketika kedua anak saya sudah berjalan, baru deh ngerasa keliatan badan gemuknya (namanya juga ibu-ibu hamil melahirkan dua kali menyusui ekslusif masing2 enam bulan. Kurang gemuk apa coba?) Hehehe... kalo gendong anak kan badannya ga keliatan, ngapain juga langsing? :))

Sebenarnya cuma biar keliatan keren aja, pas jalan sama anak-anak. Keliatan bugar dan serasi dengan suami saya yang konon hingga kini masih mungil dan makin mungil (piye tho bang?).

Ilmu-ilmu terapan diet, saya coba. Berhasil!!! Iya, turun sekilo dalam tiga hari, hari keempat naik lagi. Lho?? Jamu diet, lotion peluntur lemak, pil diet, baju pelangsing, makanan diet dan bla-bla yang sempat saya lirik demi menjadi bugar dan keren, rasanya nihil! Mulai dari harga 60 ribu perak, sampai 400 ribu, gagal total semua... Nyebelin banget, mengingat duit segitu bisa buat ngapa-ngapain.

Saya rasa pengetahuan dasar tentang diet saya yang salah.

jadi beginilah kesimpulan saya (yang akhirnya terbukti benar) :
Temukan masalah dasar mengapa kita menjadi gemuk, lalu atasi.
Inilah yang terpenting.



Berikut Daftar Masalah Kegemukan :

1. Suka mengemil (ternyata ini masalah utama. Hormon menyenangkan yang keluar setelah mengudap, rasanya sudah menjadi candu)

2. Genetis? (hati-hati dengan genetis. Bukan sekedar karena orang tua kita gemuk lantas otomatis kita langsung -pantas saja- menjadi gemuk. Genetis di sini lebih saya fokuskan pada : gen kebiasaan. So, kalo orang tua kita secara gen alias kebiasaan, suka memasak dan memakan makanan berkuah santan, maka biasanya kita meniru hingga menjadi kebiasaan -nggak bisa kalo nggak makan santan-. Dan di sinilah masalah dasar kita : kebiasaan/ perilaku terhadap makanan)

3. Obat-obatan (hati-hati dengan obat-obatan yang memicu kota mengkonsumsi makanan dengan kalori berlebih. Obat anti depresan, pil KB hormon dan sejenisnya, sudah pasti membuat badan cenderung meng-gemuk)

4. Kebiasaan Begadang (suka begadang atau kurang tidur membuat metabolisme tubuh melambat. Akhirnya proses mencerna dan pengolahan makanan menjadi energi juga melambat. Akibatnya, penumpukan sisa kalori menjadi lemak justru meningkat)

5. Melewatkan salah satu waktu makan; baik sarapan, lunch maupun dinner (melewatkan salah satu waktu makan hanya akan membuat gula darah tubuh kita turun drastis. akibatnya, ketika diisi makanan, langsung melonjak tajam. So, hati-hati gula darah. Saat salah satu waktu makan dilewatkan, kalori yang masuk memang berkurang, namun ingat, tubuh biasanya tetap akan meminta jatah yang kita potong di waktu lainnya. Bisa jadi makan berlebih di jam makan berikutnya, atau keinginan mengemil gula (akibat gula darah turun) yang justru berlebih

6. -Tentu saja- malas bergerak. Dampaknya, metabolisme lambat, dan proses pembentukan kalori menjadi cadangan alias lemak justru tinggi.


Berikut Kesimpulan Solusinya :

1. Makan ketika lapar, berhentilah sebelum kenyang. Sepertiga lambung kita untuk makanan, sepertiganya untuk air, dan sisanya untuk udara, agar pencernaan tetap sehat. Kalau tidak lapar, sebaiknya nggak usah nyari-nyari makanan :)

2. Kaji dan evaluasi kebiasaan keluarga yang tidak sehat untuk diwariskan pada diri sendiri dan keluarga kecil kita.

3. Jangan mudah mengkonsumsi obat. Sebaiknya gunakan pendekatan alamiah tubuh : istirahat, makan cukup dan kaya nutrisi, serta olah raga agar badan tidak mudah drop (daya tahan tubuh menurun = mudah sakit).

4. Tidur dan bangun pada jam yang -diusahakan- sama, agar badan juga 'lebih menghargai' kita karena kita disiplin 'memperlakukan mereka'. Disiplin. Jam tidur dan lamanya orang tidur berbeda-beda, sesuai kebutuhan. Namun yang jelas, tetap butuh istirahat. Biasanya kita sendiri lah yang paling tahu, berapa lama dan kapan waktu yang cocok buat kita tidur, lalu terapkan.

5. Disiplin dengan waktu makan. Upayakan demikian, karena dampaknya bukan hanya masalah gemuk, tapi juga kesehatan tubuh keseluruhan dalam jangka panjang.

6. Banyak bergerak. Belum bisa olah raga rutin, biasakan perbanyak aktivitas fisik. Pilih tangga ketimbang lift, parkir mobil atau motor lebih jauh, ambil minum atau buat minum sendiri alih-alih meminta OB, menyapu, mengepel, dan lain-lain.

*bukan untuk mengkritik kebiasaan dan tubuh orang dan diri sendiri :)*

Topik ini mungkin akan berlanjut lebih detil...

CMIIW yahh..