
Lagi-lagi soal diet.
Dari jaman saya masih SD sampai saya sudah punya krucil dua anak, tema DIET rasanya tidak pernah luntur dari peradaban.
Seumur-umur saya nggak pernah tertarik dengan tema ini. Nggak pernah minat membaca apalagi mengikuti dan mempelajari ilmu diet. Karena badan usia SD saya justru kerempeng. Mulai gemuk saat masa puber di usia hampir lulus SMP. Tapi saya masih nggak merasa gemuk (waa.. ngeselin kan?). Hingga di usia SMU, ketika seorang teman nyeletuk "Nggak kaya kamu, gendut".. wealah...
Tapi saya ga acuh juga lah.. Bisa jadi dia sirik (hehehe...membela diri). Tapi kok dia cowok? Masa iya sirik sama saya yang notabene perempuan tulen??
Hingga akhirnya saya menikah dan memiliki dua anak. Ilmu DIET serasa jadi wajib buat dilirik. Terutama saat anak kedua sudah menginjak usia setahun lebih. Ketika kedua anak saya sudah berjalan, baru deh ngerasa keliatan badan gemuknya (namanya juga ibu-ibu hamil melahirkan dua kali menyusui ekslusif masing2 enam bulan. Kurang gemuk apa coba?) Hehehe... kalo gendong anak kan badannya ga keliatan, ngapain juga langsing? :))
Sebenarnya cuma biar keliatan keren aja, pas jalan sama anak-anak. Keliatan bugar dan serasi dengan suami saya yang konon hingga kini masih mungil dan makin mungil (piye tho bang?).
Ilmu-ilmu terapan diet, saya coba. Berhasil!!! Iya, turun sekilo dalam tiga hari, hari keempat naik lagi. Lho?? Jamu diet, lotion peluntur lemak, pil diet, baju pelangsing, makanan diet dan bla-bla yang sempat saya lirik demi menjadi bugar dan keren, rasanya nihil! Mulai dari harga 60 ribu perak, sampai 400 ribu, gagal total semua... Nyebelin banget, mengingat duit segitu bisa buat ngapa-ngapain.
Saya rasa pengetahuan dasar tentang diet saya yang salah.
jadi beginilah kesimpulan saya (yang akhirnya terbukti benar) :
Temukan masalah dasar mengapa kita menjadi gemuk, lalu atasi.
Inilah yang terpenting.
Berikut Daftar Masalah Kegemukan :
1. Suka mengemil (ternyata ini masalah utama. Hormon menyenangkan yang keluar setelah mengudap, rasanya sudah menjadi candu)
2. Genetis? (hati-hati dengan genetis. Bukan sekedar karena orang tua kita gemuk lantas otomatis kita langsung -pantas saja- menjadi gemuk. Genetis di sini lebih saya fokuskan pada : gen kebiasaan. So, kalo orang tua kita secara gen alias kebiasaan, suka memasak dan memakan makanan berkuah santan, maka biasanya kita meniru hingga menjadi kebiasaan -nggak bisa kalo nggak makan santan-. Dan di sinilah masalah dasar kita : kebiasaan/ perilaku terhadap makanan)
3. Obat-obatan (hati-hati dengan obat-obatan yang memicu kota mengkonsumsi makanan dengan kalori berlebih. Obat anti depresan, pil KB hormon dan sejenisnya, sudah pasti membuat badan cenderung meng-gemuk)
4. Kebiasaan Begadang (suka begadang atau kurang tidur membuat metabolisme tubuh melambat. Akhirnya proses mencerna dan pengolahan makanan menjadi energi juga melambat. Akibatnya, penumpukan sisa kalori menjadi lemak justru meningkat)
5. Melewatkan salah satu waktu makan; baik sarapan, lunch maupun dinner (melewatkan salah satu waktu makan hanya akan membuat gula darah tubuh kita turun drastis. akibatnya, ketika diisi makanan, langsung melonjak tajam. So, hati-hati gula darah. Saat salah satu waktu makan dilewatkan, kalori yang masuk memang berkurang, namun ingat, tubuh biasanya tetap akan meminta jatah yang kita potong di waktu lainnya. Bisa jadi makan berlebih di jam makan berikutnya, atau keinginan mengemil gula (akibat gula darah turun) yang justru berlebih
6. -Tentu saja- malas bergerak. Dampaknya, metabolisme lambat, dan proses pembentukan kalori menjadi cadangan alias lemak justru tinggi.
Berikut Kesimpulan Solusinya :
1. Makan ketika lapar, berhentilah sebelum kenyang. Sepertiga lambung kita untuk makanan, sepertiganya untuk air, dan sisanya untuk udara, agar pencernaan tetap sehat. Kalau tidak lapar, sebaiknya nggak usah nyari-nyari makanan :)
2. Kaji dan evaluasi kebiasaan keluarga yang tidak sehat untuk diwariskan pada diri sendiri dan keluarga kecil kita.
3. Jangan mudah mengkonsumsi obat. Sebaiknya gunakan pendekatan alamiah tubuh : istirahat, makan cukup dan kaya nutrisi, serta olah raga agar badan tidak mudah drop (daya tahan tubuh menurun = mudah sakit).
4. Tidur dan bangun pada jam yang -diusahakan- sama, agar badan juga 'lebih menghargai' kita karena kita disiplin 'memperlakukan mereka'. Disiplin. Jam tidur dan lamanya orang tidur berbeda-beda, sesuai kebutuhan. Namun yang jelas, tetap butuh istirahat. Biasanya kita sendiri lah yang paling tahu, berapa lama dan kapan waktu yang cocok buat kita tidur, lalu terapkan.
5. Disiplin dengan waktu makan. Upayakan demikian, karena dampaknya bukan hanya masalah gemuk, tapi juga kesehatan tubuh keseluruhan dalam jangka panjang.
6. Banyak bergerak. Belum bisa olah raga rutin, biasakan perbanyak aktivitas fisik. Pilih tangga ketimbang lift, parkir mobil atau motor lebih jauh, ambil minum atau buat minum sendiri alih-alih meminta OB, menyapu, mengepel, dan lain-lain.
*bukan untuk mengkritik kebiasaan dan tubuh orang dan diri sendiri :)*
Topik ini mungkin akan berlanjut lebih detil...
CMIIW yahh..


